By Sasang Priyo Sanyoto  Article Published 04 October 2017
 

Sekolah Tinggi Sandi Negara

 

Pernahkah Anda mengenal Sekolah Tinggi Sandi Negara? STSN atau Sekolah Tinggi Sandi Negara merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang berdidri berdasarkan surat Mendiknas Nomor 19/MPN/2002 tanggal 17 Januari 2002 serta diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2003 tanggal 17 April 2003 mengenai Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara.

 

Sekolah Tinggi Sandi Negara adalah peningkatan status dari AKSARA (Akademi Sandi Negara) yang menjalankan program Diploma III yang selanjutnya menjadi STSN yang menjalankan program Diploma IV. Lulusan STSN mempunyai kemampuan untuk menjawab tantangan dalam perkembangan teknologi informasi serta ancaman terhadap pengamanan informasi rahasia dan tuntutan pengguna persandian dalam lingkungan instansi pemerintah.

 

Sebagai institusi pendidikan di bidang sandi serta aplikasinya, STSN mendidik SDM yang berkualitas dalam pengetahuan serta aplikasi teknis persandian. STSN menjadi salah satu institusi atau lembaga pendidikan yang mendukung terselenggaranya pertahanan negara dengan penyediaan sumber daya manusia yang terdidik serta mempunyai kompetensi khusus dalam bidang pengamanan informasi, khususnya persandian. Dengan kompetensi tersebut, lulusan dari STSN dapat mengamankan informasi yang bersifat strategis serta rahasia yang menjadi aset dari negara. Informasi rahasia yang dipunyai oleh suatu negara jadi sasaran utama untuk pihak-pihak lawan ataupun yang tak berkepentingan untuk bisa mengambil keuntungan baik dari aspek sosial, politis, ekonomis ataupun yang berkaitan pertahanan serta keamanan negara.

 

Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab X mengenai Warga Negara dan Penduduk, pasal 27 ayat (3) menyebutkan bahwa “setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara”, yang artinya setiap warga negara memiliki hak serta kewajiban yang sama dalam mempertahankan dan juga  membela negara.

 

Mahasiswa dan lulusan STSN merupakan SDM potensial di dalam mendukung pertahanan negara serta mempuyai kesiapan fisik, pengetahuan, dan juga kemampuan dalam bidang keamanan informasi. Dengan bermodal kesadaran akan pengamanan, mahasiswa dan lulusan STSN mempunyai dedikasi, loyalitas dan integritas tinggi yang dilengkapi dengan kemampuan dalam bidang keamanan informasi serta sandi.

 

Sejarah Sekolah Tinggi Sandi Negara

 

Pendidikan sandi mulai diselenggarakan pada tahun pada 1946, bersamaan dengan berdirinya organisasi sandi dalam Kementerian Pertahanan, yang saat itu dikenal sebagai nama Bagian Code Kementerian Pertahanan Bagian B (Intelijen). Bentuk dari pendidikan sandi ketika itu masih amat sederhana serta bersifat getok tular yang menularkan pengetahuan pada rekan kerja dengan langsung tanpa sistem sekolah. Kemudian pada tahun 1947 dibentuklah pendidikan sandi dengan sistem magang, yaitu calon personil sandi dididik dengan praktik kerja, lalu berkembang jadi sistem klasikal yaitu dengan cara pelatihan selama beberapa bulan.

 

Setelah ditingkatkannya organisasi persandian menjadi suatu badan atau lembaga tersendiri dengan nama Djawatan Sandi pada tahun 1950, maka sistem pendidikan sandi disempurnakan jadi lebih sistematis serta terstruktur dengan memakai kurikulum serta mengikuti kaidah-kaidah pendidikan secara umum. Jenjang pendidikan yang dibentuk ketika itu adalah pendidikan Sandiman dan Juru Sandi.

 

Tapi karena pendidikan Sandiman dinilai kurang bersifat analisis kriptografis, maka dibentuklah pendidikan Ahli Sandi, Brevet A dan Brevet B. Meski demikian, pendidikan Sandiman dan Juru Sandi tetaplah ada dengan nama Diklat Sandiman (Ahli Sandi Tingkat II dan Juru Sandi) Ahli Sandi Tingkat I.

 

Pada akhir tahun 1969 dibuka pendidikan Ahli Sandi Gaya Baru yang menggunakan kurikulum gabungan Pendidikan Ahli Sandi Brevet A dan Pendidikan Sandiman. Pada tahun 1973 pendidikan Ahli Sandi gaya Baru dinyatakan secara de facto sebagai Akademi sandi Negara dan lulusan pendidikan tersebut dinyatakan sebagai lulusan Akademi Sandi Negara Angkatan I. Hal tersebut dikuatkan dengan Surat Keputusan Ketua Lembaga Sandi Negara No. 078.II.4.74 tertanggal 16 Februari 1974 tentang Akademi sandi negara. Melalui upaya yang dilakukan oleh Biro Pendidikan Lembaga Sandi Negara maka tanggal 1 Juli 1975 berhasil dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0135/U/1975 tentang pengesahan Akademi Sandi Negara.

 

Wacana peningkatan status D-III Akademi Sandi Negara menjadi D-IV Sekolah Tinggi telah bergulir sejak tahun 1983. Namun baru dapat direalisasikan dalam program kerja Lembaga Sandi Negara pada tahun 1998 dan berkembang menjadi kelompok kerja peningkatan status Akademi Sandi Negara menjadi Sekolah Tinggi Sandi Negara.

 

Selanjutnya selama kurang lebih dua tahun periode 1998-2000 dilakukan penataan internal yang antara lain penggantian kurikulum Akademi Sandi Negara dengan berpedoman pada ketentuan pendidikan yang berlaku. Setelah tercapainya kesiapan kondisi internal, Lembaga Sandi Negara tahun 2000 mengajukan proposal peningkatan status Akademi Sandi Negara menjadi Sekolah Tinggi Sandi Negara kepada Menteri Pendidikan Nasional.

 

Setelah melalui proses penilaian dan peninjauan mengenai kelayakan sistem pendidikan, kurikulum, sarana dan prasarana, maka berdasar surat Mendiknas Nomor 19/MPN/02 tanggal 17 Januari 2002, Menteri Pendidikan Nasional menilai (D-III) Akademi Sandi Negara laik untuk ditingkatkan menjadi (D-IV) Sekolah Tinggi Sandi Negara. Sehubungan dengan penetapan pendirian perguruan tinggi kedinasan setingkat D-IV harus melalui Keputusan Presiden RI, maka proses pelembagaan dimulai sejak pengajuan usul persetujuan pendirian Sekolah tinggi Sandi Negara kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara bulan Januari 2002.

 

Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang maka tanggal 17 April 2003 Keputusan Presiden RI No. 22 tahun 2003 menetapkan tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara. Keputusan Presiden RI ini menetapkan pula bahwa Akademi Sandi Negara diintegrasikan ke dalam Sekolah Tinggi Sandi Negara.

 

STSN angkatan I diselenggarakan dalam kondisi yang minimal. Secara kelembagaan pendidikan diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Ahli Madya Sandi (UPT PAMS) Pusdiklat Lemsaneg RI. Beberapa peraturan masih menggunakan peraturan AKSARA dan pola pendidikan juga tidak berbeda jauh dengan AKSARA. Tahun 2003 STSN berdiri sendiri dalam organisasi terpisah dari Pusdiklat. Sebagai Konsekuensi logis dari pendirian organisasi ini, peraturan-peraturan yang dahulu masih digunakan peraturan AKSARA harus disesuaikan dengan visi, misi dan tujuan pendidikan STSN. Beberapa peraturan STSN ditetapkan dan terus menerus dievaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

 

STSN membuka pendidikan untuk angkatan I di tahun 2002. Pada tahun ini pendidikan akademik diselenggarakan berdasarkan kurikulum 2002. Kurikulum 2002 mengatur STSN untuk menyelenggarakan dua bidang studi, yaitu Manajemen Persandian dan Teknik Persandian. Teknik Persandian sendiri dibagi lagi menjadi 2 bidang minat yaitu Teknik Rancang Bangun dan teknik Kripto. Kurikulum 2002 merupakan penyempurnaan kurikulum Akademi Menuju Sekolah Tinggi yang diajukan sebagai naskah akademik pengajuan peningkatan status AKSARA menjadi STSN.

 

Perjalanan panjang STSN hingga tahun 2009 melalui tiga kali perubahan kurikulum, menyesuaikan kebutuhan pengguna dan kemajuan dunia pendidikan. Kurikulum 2002 mengalami revisi di tahun 2004, 2005 dan saat ini kurikulum yang digunakan adalah 2007.

 

Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan Lembaga Sandi Negara RI yang menyelenggarakan 2 (dua) Program Studi yaitu Program Studi Manajemen Persandian dan Program Studi Teknik Persandian. Program Studi Teknik Persandian dibagi menjadi 2 (dua) bidang minat yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi. STSN didirikan berdasarkan surat Mendiknas Nomor 19/MPN/2002 tanggal 17 Januari 2002, dan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2003 tanggal 17 April 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara.

 

STSN merupakan satu-satunya pendidikan tinggi persandian di Indonesia yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara RI. STSN merupakan peningkatan status dari Akademi Sandi Negara (AKSARA) atau Pendidikan Ahli Madya Sandi (PAMS) dalam rangka memenuhi kebutuhan peningkatan kualitas SDM aparatur bidang persandian yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi dan ancaman terhadap pengamanan informasi rahasia negara. Sedangkan pendidikan AKSARA yang mengakhiri programnya tahun 2004 , sejak berdiri pada tahun 1974 telah menghasilkan lulusan sebanyak 28 angkatan yang alumninya tersebara di berbagai instansi pemerintah dan BUMN.

 

Visi dan Misi STSN

 

Visi

 

Terdepan dalam Keilmuan, Pengembangan dan Penerapan Persandian

 

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang persandian secara efektif dan efisien serta mandiri
  2. Membentuk SDM persandian yang bermental kepribadian tngguh dan bermoral tinggi
  3. Menyiapkan SDM persandian yang berbasis kompetensi dalam bidang manajemen persandian, rancang bangun peralatan sandi dan kripto analisis serta tanggap terhadap perubahan dan perkembangan iptek
  4. Melakukan penelitian kriptografi dan ilmu pendukung yang berbasis open sistem dan berorientasi kepada penerapan sesuai kebutuhan pengguna.

 

Sistem Pendidikan

  1. STSN meyelenggarakan pendidikan professional dalam bidang persandian, dan merupakan program Diploma IV.
  2. STSN memiliki 2 (dua) program studi:
  1. Program Studi Manajemen Persandian dengan beban studi 146 SKS. Lulusannya diharapkan memiliki kompetensi : desain jaringan komunikasi, analisis kebtuhan operasional persandian, dan analisis kebijakan persandian
  2. Program Studi Teknik Persandian dengan minat:
  • Bidang Minat Rancang Bangun Peralatan Sandi:1 46 SKS
  • Bidang Minat teknik Kripto: 146 SKS

 

Lulusannya diharapkan memiliki kompetensi: desain algoritma sandi, rancang bangun peralatan sandi, dan kriptanalisis.

  1. STSN merupakan pendidikan berasrama yang mewajibkan mahasiswanya tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan dengan wajib mematuhi peraturan kehidupan mahasiswa dan peraturan urusan dinas dalam.
  1. Kegiatan pendidikan meliputi bidang akademik dan bidang pengasuhan yang diselenggarakan secara seimbang, berkesinambungan dan saling mendukung dengan berpedoman pada tujuan pendidikan.
  2. Pendidikan dilaksanakan dengan sistem paket di mana evaluasi pendidikan dilaksanakan setiap semester melalui Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhri Semester (UAS), di mana setiap semester digunakan sistem gugur.
  3. Tahun Akademik. Tahun akademik dibagi dalam dua semester, dimulai pada bulan September dan berakhir pada bulan Agustus tahun berikutnya.

 

Prospek lulusan

 

Mahasiswa STSN terdiri atas mahasiswa ikatan dinas serta mahasiswa tugas belajar. Untuk mahasiswa ikatan dinas direkrut dari lulusan SMA/Aliyah dengan persyaratan tertentu. Memasuki tingkat II, untuk mahasiswa ikatan dinas akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

 

STSN sebagai perguruan tinggi kedinasan menghasilkan lulusan yang nantinya bekerja untuk mengisi jabatan-jabatan negeri dalam bidang persandian. Lulusan STSN dapat bekeerja di Lembaga Sandi negara RI atau Unit Teknis Persandian yang tersebar di berbagai instansi pemerintah dan TNI/POLRI. Ilmu persandian adalah multidisiplin ilmu sehingga pengembangan kemampuan lulusan STSN dilakukan melalui pendidikan jenjang lebih tinggi pada disiplin ilmu pendukungnya, misal : matematika, komputer, elektronika, dan telekomunikasi.

 

Kompetensi

 

Dari proses pendidikan yang dilakukan di STSN, kompetensi yang diharapkan dari lulusan adalah mampu menganalisis, merancang, mengimplementasikan sistem kriptografis dan/atau mengelola, mengevaluasi, mengembangkan persandian negara, serta mengamalkan etos sandi seutuhnya.

 

Dari kompetensi utama tersebut diturunkan kembali menjadi kompetensi yang lebih khusus, terkait dengan jurusan yang dipilih selama pendidikan, yaitu:

  1. Kompetensi Jurusan Teknik Persandian adalah menguasai pengetahuan, teknik, dan tools serta mahir di bidang kriptografi, kriptoanalisis dan/atau rekayasa perangkat keras dan perangkat lunak kripto;
  2. Kompetensi Jurusan Manajemen Persandian adalah menguasai pengetahuan, teknik dan tools serta mahir dalam mengelola persandian negara.

 

Selain kompetensi utama dan khusus tersebut, para lulusan STSN diharapkan juga memiliki kompetensi lain seperti :

  1. Memiliki kemampuan untuk memahami tanggung jawab profesi, etika, dan sosial
  2. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif
  3. Memiliki kesadaran akan pentingnya belajar yang terus menerus (lifelong learning)
  4. Menghormati perbedaan dan respondif terhadap isu-isu mutakhir dalam profesi, sosial, dan global
  5. Memiliki komitmen terhadap perbaikan kualitas, ketepatan waktu, dan perbaikan yang berkesinambungan
  6. Kemampuan untuk bekerja secara mendiri maupun kelompok.

 

Kegiatan Pendidikan

 

Berikut ini beberapa kegiatan pendidikan yang dilakukan:

  1. Bidang Akademik

 

Kegiatan bidang akademik pada prinsipnya berorientasi pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi persandian. Kegiatan bidang akademik terinci dalam kalender akademik berupa kegiatan kurikuler dan kokurikuler yang meliputi teori dan praktek dengan memanfaatkan fasilitas pendidian yang tersedia, antara lain : ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dll.

  1. Bidang Pengasuhan

 

Kegiatan bidang pengasuhan pada prinsipnya berorientasi pada pembentukan, penumbuhkambangan, dan pemantapan kepribadian mahasiswa agar tercipta kepribadian insan sandi yang professional, mandiri, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Etos Sandi erta Kode Kehormatan Mahasiswa.

 

Persyaratan Pendaftaran

 

Barangkali banyak diantara kita yang penasaran apa syarat untuk mendaftar ke STSN. Maka berikut ini persyaratan pendaftaran yang harus dipenuhi:

 

Persyaratan Umum

  1. Warga Negara Indonesia, Pria maupun Wanita.
  2. Sanggup bekerja pada bidang Persandian.
  3. Berkelakuan baik yang dinyatakan denga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari POLRI
  4. Berbadan sehat dan tidak buta warna yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Sehat dari Dokter.
  5. Lulus tes Akademik, Psiko, Kebugaran, Wawancara, Kesahatan (antara lain tes bebas NAPZA) dan PANTUKHIR yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara.
  6. Belum pernah dikeluarkan dari Sekolah Tinggi Sandi Negara.

 

Persyaratan Khusus

  1. Asal calon :

 

Lulusan SMA atau Madrasah Aliyah jurusan IPA dengan nilai Matematika dan Bahasa Inggris pada raport kelas tiga semester 6, minimal 7.

  1. Usia :

 

Berusia minimal 17 tahun maksimal 21 tahun per 1 September pada tahun pendaftaran.

 

Tata Cara Pendaftaran

  1. Membawa Surat Lamaran yang ditulis tangan sendiri dengan dilampiri :
  1. Fotokopi STTB/Ijazah/Transkrip nilai dan Nilai Ebtanas Murni (NEM) ataupun Nilai Ujian Nasional (NUN) yang telah dilegalisir.
  2. Fotokopi raport semester akhir.
  3. SKCK dari POLRI.
  4. Surat Keterangan Sehat dan Tidak Buta Warna dari Dokter Pemerintah atau Dinas Kesehatan.
  5. Surat Pernyataan dari orang tua/wali yang menyatakan Calon belum menikah.
  6. Pas foto berwarna 3 bulan terakhir ukuran 3×4 cm sebanyak 3 (tiga) lembar.
  1. Calon harus datang sendiri untuk mendaftar dengan membawa STTB.Ijazah dan surat-surat asli lainnya.
  1. Hanya mereka yang surat lamarannya telah memenuhi persyaratan lengkap yang dapat mengikuti ujian saringan masuk.

 

Demikianlah ulasan tentang profil Sekolah tinggi Sandi Negara. Semoga bermanfaat.

Sumber:

http://www.lemsaneg.go.id/index/karir/stsn/

http://www.stsn-nci.ac.id/profil/sejarah

https://sosnto.wordpress.com/about-stsn-sekolah-tinggi-sandi-negara/

 

 



Related Article